KOTA BEKASI – Dalam rangka mempersiapkan tahapan presentasi dan wawancara Top 30 Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2026, telah dilaksanakan kegiatan Simulasi Paparan pada Tahapan Presentasi dan Wawancara Top 30 KIJB Tahun 2026 pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) Lantai 3 Bapperida, Jalan Ahmad Yani No. 1, Kota Bekasi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 10121/LB.08/BP2D tanggal 23 Oktober 2026 perihal Pengumuman Top 60 dan Top 30 KIJB Tahun 2026. Simulasi paparan diselenggarakan sebagai bentuk persiapan dan pemantapan bagi para inovator yang berhasil masuk dalam jajaran Top 30, khususnya dalam menghadapi proses penilaian melalui tahapan presentasi dan wawancara.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan simulasi penyampaian materi inovasi untuk memastikan kesiapan para inovator dalam memaparkan latar belakang, tujuan, proses pelaksanaan, keunggulan, manfaat, serta dampak inovasi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, simulasi juga menjadi sarana untuk mengevaluasi alur penyampaian presentasi, penguasaan substansi inovasi, kelengkapan data dan bukti dukung, serta kemampuan dalam menjawab berbagai pertanyaan yang berpotensi disampaikan oleh tim penilai.
RSUD Jatisampurna turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan membawa inovasi SEHATI (Kesehatan Jiwa Terintegrasi). Inovasi ini merupakan upaya pengembangan pelayanan kesehatan jiwa yang terintegrasi, berkesinambungan (continuum of care), dan berbasis data melalui digitalisasi proses rujukan, pelayanan medis, rehabilitasi sosial, hingga pemantauan pasien pascaperawatan. Melalui inovasi SEHATI, RSUD Jatisampurna berupaya memperkuat kesinambungan pelayanan kesehatan jiwa, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memastikan pasien memperoleh pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan.
Selain inovasi SEHATI, kegiatan simulasi juga melibatkan inovasi LAPORMETER (Pelayanan Poli Forensik dan Medikolegal yang Terintegrasi) dari RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid. Kedua inovasi tersebut menjadi representasi upaya pengembangan pelayanan kesehatan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi melalui pendekatan inovatif yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, efektivitas pelayanan, serta peningkatan mutu layanan publik.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Haris Budiyono, S.T., M.T., Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Plt Direktur RSUD Jatisampurna, Ketua Tim Kerja Inovasi, serta para inovator LAPORMETER dan SEHATI. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan arahan, masukan, serta evaluasi terhadap kesiapan masing-masing inovasi sebelum mengikuti tahapan penilaian yang sesungguhnya.
Melalui simulasi paparan ini, diharapkan para inovator memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai mekanisme presentasi dan wawancara, sekaligus mampu mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu disempurnakan. Persiapan yang matang, didukung dengan data implementasi yang valid, dokumentasi yang lengkap, serta penyampaian materi yang terstruktur, diharapkan dapat membantu para inovator menjelaskan nilai tambah dan kebermanfaatan inovasi secara optimal.
Keikutsertaan RSUD Jatisampurna dalam rangkaian KIJB Tahun 2026 melalui inovasi SEHATI merupakan wujud komitmen dalam membangun budaya inovasi dan mendorong transformasi pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, terintegrasi, dan berorientasi pada masyarakat. Dengan adanya kegiatan simulasi ini, diharapkan inovasi SEHATI semakin siap menghadapi tahapan presentasi dan wawancara Top 30 KIJB Tahun 2026 serta dapat terus dikembangkan sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatan jiwa di Kota Bekasi.
KOMENTARI TULISAN INI