Post Details

research
  • 24 Mar 2025

Penyuluhan Kesehatan Dalam Rangka Hari Tuberkulosis Oleh dr. Adelina W. Lubis, Sp.A

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2025, RSUD Jatisampurna menggelar Penyuluhan Kesehatan oleh dr. Adelina Wahyuni Lubis, Sp.A dengan judul “Lindungi Anak Dari Tuberkulosis : Pentingnya Terapi Pencegahan TB (TPT)”.Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2025, RSUD Jatisampurna menggelar Penyuluhan Kesehatan oleh dr. Adelina Wahyuni Lubis, Sp.A dengan judul “Lindungi Anak Dari Tuberkulosis : Pentingnya Terapi Pencegahan TB (TPT)”.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat komitmen dalam memberantas penyakit TB khususnya pada anak-anak.TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui droplet (percikan udara) saat batuk atau bersin dari penderita TB aktif. Indonesia merupakan negara kedua terbanyak penyakit TB sedunia, TB dapat dicegah dan diobati, tetapi tetap menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia.
Satu penderita TB dengan dahak (+) dapat menularkan 10-14 orang disekitarnya, pungkasnya.Dalam penularan TB anak-anak berisiko tinggi terinfeksi TB, hal ini dikarenakan :
• Imun anak masih berkembang, sehingga lebih rentan terkena TB.
• Anak-anak yang tinggal serumah dengan penderita TB berisiko tinggi terinfeksi.
• TB pada anak sering tidak menunjukkan gejala khas, sehingga sulit didiagnosis.
• TB dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti TB milier dan meningitis TB. 
• Untuk hal ini, dengan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dapat dilakukan untuk mencegah anak yang sudah terinfeksi TB agar tidak jatuh sakit, TPT ini juga dapat diberikan pada anak yang kontak erat dengan pasien TB paru tetapi belum sakit TB aktif.
Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dapat diperoleh dengan Datang ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk skrining TB pada anak. Jika memenuhi syarat, anak akan diperiksa dan diberikan TPT secara gratis sesuai program nasional. Ikuti jadwal kontrol yang diberikan tenaga kesehatan untuk memastikan kepatuhan pengobatan. Jika ada efek samping ringan, segera konsultasikan ke tenaga medis, jangan hentikan sendiri. Ujarnya.Dengan adanya Penyuluhan Kesehatan ini Kami berharap semua masyarakat dapat ikut berkomitmen dalam mencegah penyakit TB khususnya pada anak.